Rabu, 28 Juli 2010

ketika cinta bertasbih,,

bisikan doaku dalam butiran tasbih,
ku panjatkan pintaku padamu Maha Cinta ,
sudah di ubun ubun ,
cinta mengusik rasa ,
tak bisa ku paksa walau hatiku menjerit.

ketika cinta bertasbih ,
nadiku berdenyut merdu,
kembang kempis dadaku merangkai butir cinta.
garis tangan tergambar tak bisa aku menentang,
sujud syukur padamu atas segala cinta.

Senin, 05 Juli 2010

itulah persahabatan :)

ya sampai kapanpun juga ,
kenangan indah masa lalu itu ga bisa buat di  lupain.

7 tahun di palangkaraya ?

bukan waktu yg sebentar buat mengukir sejarah di sana,,
mungkin kalau aku bercerita tentang kota sederhana aku dulu.

banyak yg bilang ,
" ah gak seru , gak ada mall. gak ada tempat wisata "

iya memang bener gak ada mall , gak ada tempat wisata..

tapi bukan itu yg aku cari,,
aku mencari teman yg sejati .

just it , hanya itu !

keramahan anak2 kecil di sana yg aku senangi ,
sering keluar malem ,
ke pasar malam ,
masuk rumah hantu bareng ,
sedih bareng , ketawa bareng , jogging bareng ..

memang di sana gak ada yg seumuran denganku ,
tepatnya tetangga2ku ..
mereka ada yg  kelas 5 sd , 4 sd..
tapi di situlah aku senang ,

aku lihat foto2 teman2ku yg masih di palangkaraya ,,
aku ngelihat foto jembatan kahayan .

mungkin lebih kecil , lebih jelek di banding jembatan ampera !

tapi bukan itu yg ku lihat ,
aku ingat ketika aku sama tetangga2ku sekaligus sahabat2ku,
adam , brata , alda , devia , anggi .. :)

kami makan di bawah jembatan kahayan.nya ,
bermain air kotor itu ..

itulah persahabatan ,
indah bukan hanya terukir di temapt mewah.
bukan harus berteman dengan mereka konglomerat .
tapi berteman dengan mereka yg seiman dan mampu membuatmu tertawa :D

Kamis, 01 Juli 2010

Jika belum siap melangkah , cukup cintai Dia dalam diam :)

Jika belum siap melangkah, cukup cintai Dia dalam diam

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu.. menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLOH SWT. Pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ???
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Alloh akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
bukankah Alloh tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya..
Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...

Senin, 28 Juni 2010

adik kecilku :)

tiba tiba aku teringat tentang adikku yg kecil dan 'baik' itu ,, :)
dia sedang sakit saat ini ,, :(

aku menulis di atas kertas putih , bukan sbuah puisi , melainkan sebuah pengakuan ..


Adik Kecilku :)

ku tatap wajah polosnya saat tidur,
sangat berbeda memang dengan ekspresi wajahnya ketika memarahiku.
kelelahan dirinya saat itu turut meresap ke dalam kalbuku.
aku merasakannya..
desah nafas lelahnya karena seharian berkelahi denganku,,
aku pegang lengan penuh lukanya karena terkena cakaranku ,
aku pegang lukanya ,,
panjang sekali ..
cakaran kuku nakalku hingga merobek kulitnya .
aku tak tahan melihat lukanya ..
aku menangis,
ya aku menangis sambil aku obati luka di sekujur tubuhnya karena ulahku.
tak lagi aku perdulikan luka yg di buat olehnya di badanku.
mungkin sebanyak yg dia dapat ,
tapi ku biarkan.
aku kasihan terhadap adik kecilku ,,

ketika dia terbangun,
dia melihat lukanya sudah diberi obat .
dia bertanya : mama yg udah obatin adam ya ?
aku menjawab : iya semalem mami yg ngobatin .
dia : katek yg nanya kau e !

bentakan itu menggertak hatiku ,
biarkan saja dia tahu bahwa ibu lah yg mengobatinya.

semenjak saat itu ,,
terakhir kalinya aku ajak dia berkelahi .
tepatnya saat aku duduk di bangku 3 smp dan dia 6 sd.

saat ini dia kelas 1 smp ,
tepatnya naik ke kelas 2 smp.
sampai sekarang pun ,
aku tak tau bagaimana cara memberitahu ke dia , bahwa sebenarnya " aku sayang dia " ,
jika aku bicara langsung ,
aku takut jika wibawaku sebagai seorang MBAK akan jatuh dan dia tidak menghargai aku lagi..

walaupun dia itu nakal ,
tapi entah aku tetap menerimanya ..
aku masih ingin tertawa bersamanya ,
bagiku adik kecilku  ini adalah sebuah anugerah yg membingungkan .. :)

teringat saat dia masih SD kelas 3 ,                                                          
dan aku kelas 6 SD ..
banyak sekali anak2 yg sering gangguin dia ..
aku yg saat itu menjadi KAKAK KELAS ,
jelas dong ,
aku tak rela kalau ada yg melukai adik kecilku,,
apalagi sampai membuatnya menangis..
bukan sekali dua kali aku memberi 'pelajaran' berupa teguran sama anak anak yg sering buat adikku menangis,,
dan menghibur adik kecilku dengan lelucon yg aku dan teman teman aku buat ..
kakak kelas pun tak ada yg berani menyakiti adikku ,
karena saat itu mereka tau bahwa ADAM ADALAH ADIKNYA CHANDRA :)

dan kini ia sedang sakit ,,
aku berharap dia cepat sembuh dan mampu buat aku kesal dengan segala tindakannya :)

Nota Cinta :)

"Hari ni, saya menang pertandingan pidato di sekolah. Esok, saya ada lagi pertandingan bahas. Lusa pula, ada persidangan di UIA. Awak jaga diri sementara saya takde ye? Bukan saya tak nak mesej, tapi saya sibuk. Jangan tinggal solat."

Hafiz membaca mesej itu dengan perasaan berbunga. Wardah, gadis yang memang disayanginya dari dulu lagi. Wardah, bagi Hafiz memang sesuai dengan namanya. Wardah memang sekuntum mawar nan indah. Harum mewangi. Sukar didekati dan indah di hati.

 
Namun Hafiz tidak pernah bertemu Wardah. Sekadar mendengar suaranya yang lunak dan bisa menggugat hati. Bukan dia tidak berkeinginan untuk bertemu, namun tempat tinggal mereka sangat jauh. Mereka berkenalan melalui seorang kawan pada dua tahun lepas.

 
Wardah tersenyum. Selama 2 tahun perkenalan mereka, Hafiz menjadi permata hatinya. Wardah memang seorang wanita solehah. Namun perkenalannya dengan Hafiz menjadi titik tolak perubahannya. Dia lupa makna zina hati yang dia laungkan pada tazkirah di sekolah. Dia lupa pesan ustazah agar jangan bercinta pada usia muda, tambahan lagi untuknya yang masih bersekolah. Apatah lagi dia akan menduduki peperiksaan besar SPM pada tahun itu.
 
“Wa, aku tengok kau dah lain. Kau dah pandai layan lelaki kan? Aku tahu kau sukakan Hafiz tapi ingatlah Wa, cinta sejati hanya pada Allah,”  Ujar Fiza, sahabat Wardah pada suatu hari.
 
“Fiza, aku kan masih solat? Lagipun kami berpesan-pesan ke arah kebaikan. Seperti yang dianjurkan Islam,”  Balas Wardah,  agak teruji.
 
“Aku rasa kau dah salah konsep, Wa. Dah habis ke perempuan kat sekolah ni? Ramai lagi aku tengok yang tudung ‘pakai buka’, berkepit dengan jantan sana sini, kau tak nak berpesan-pesan ke arah kebaikan untuk tu ke Wa? La taqrabuzzina, janganlah kau mendekati zina.  Wa!”
 
“Aku harap kau janganlah masuk campur. Soal zina, tak perlu kau ingatkan aku. Aku dah cukup faham maksud itu. Kami tak pernah bertemu. Macam mana kami berzina?”
 
“Kau dulu pernah beri tazkirah soal zina hati. Takkan lupa? Bila hati saling mengingati, aku tengok kau dah lalai! Lagipun, Allah larang kita mendekati zina, bukan melakukan zina. Kau belum terlewat untuk bertaubat. Lupakanlah Wa, apa tak cukupkah Allah sebagai kekasih kau? Dia yang menemani kau siang malam, Yang Maha Mendengar setiap luahan hati?”
Wardah terdiam. Namun baginya ungkapan Fiza hanya mencurah air ke daun keladi. Dia ingin Hafiz menjadi miliknya 

Hafiz menikmati makan malamnya dengan lahap. Hari ini kepenatan menjeratnya kerana terlalu sibuk dengan tugas kepimpinan di sekolahnya. Namun, Hafiz bersyukur diberi peluang sebegitu. Dia tidak mengeluh dengan tugasan seperti itu. Baginya, segala-galanya adalah tanggungjawab yang diamanahkan. Dan tugasnya adalah sebagai pelaksana.  


Mungkin hari-hari Hafiz tidak seindah ini jika Wardah tidak menemani hidupnya. Walaupun Hafiz menyedari hakikat bahawa mereka menghampiri zina, Hafiz sentiasa terpukau dengan janji manis Wardah bahawa mereka hanya berkawan. Namun perasaannya sukar ditepis sama sekali. Dia manusia biasa yang tidak mampu menafikan perasaan cinta yang mula bertunas dalam hati.
Telefon hafiz berdering.
Pantas Hafiz menggapai telefon bimbit di meja. Panggilan dari Wardah
 
“Hafiz?”
 
“Ya, saya,”
 
“Awak sayang saya?”
 
“Emm, kenapa awak tanya?”
 
“Saya tanya sebab nak awak jawab,”
 
“Wardah, awak perempuan terbaik yang saya kenal. Tak mungkin tiada perasaan cinta saya terhadap awak,”
 
“Awak cintakan saya?”
 
“Ya, saya cintakan awak,”
 
Dan malam itu menjadi saksi antara dua jiwa itu. Sesungguhnya begitulah syaitan merasuki kita, secara terang-terangan ia bukanlah cinta yang hina, namun menjebakkan dua insan itu ke alam yang melalaikan.

 
“Aku nampak semalam kau keluar dengan Ina?” soal Hafiz curiga. Perbuatan sahabatnya, Aiman, menggugat ketenangan dan kewibawaannya sebagai seorang sahabat karib.
 
“Jadi?” Aiman seolah-olah mencabar Hafiz.
 
“Aku tak suka. Perkara tu Allah larang,”
 
“Hafiz, Hafiz! Mentahnya pemikiran kau. Macam mana pula soal hubungan kau dengan Wardah? Kau ingat aku tak tahu? Habis, yang kau bercinta dengan dia tu? Ada Allah suruh?”
 
“Aiman, kami bercinta cara Islam. Sekurang-kurangnya lebih baik daripada engkau!”
 
“Ahh, bercinta secara Islam. Kenapa ramai yang kabur dengan persoalan itu? Bukankah itu tipu daya syaitan. Walaupun aku dengan Ina, aku dan dia tidak hipokrit macam kau! Ketua pengawas apa kau ni? Sebelum kau kata baju orang lain kotor, tengok baju sendiri, itu nasihat aku!” kata Aiman berang sambil berlalu pergi.
Hafiz tertunduk di situ, di sebuah taman berhampiran rumahnya. Dia menundukkan kepalanya. Perlahan-lahan, dia berjalan pulang. Dalam perjalanannya, dia bermuhasabah. Ya Allah, dosakah aku? Aku marah apabila sahabatku menghampiri zina namun aku juga begitu! Aku ke surau namun aku juga menghampiri lembah syaitan. Manusia apakah aku?
 
Malam itu Hafiz bertahajud. Bermunasabah dan merenungi segala dosa-dosanya. Bagaimana suara Wardah yang mencairkan hatinya, dan bagaimana dia asyik melayari alam percintaan dengan Wardah. Dia senang begitu, bermunajat sendirian dan mengadu pada Allah. Biasanya pada malam-malam begitu masanya dihabiskan dengan menelefon Wardah hingga lewat pagi. Namun malam itu dia selesa menutup telefonnya dan menyerah pada Allah. Malam itu juga dia harus membuat keputusan.

 
“Eeesh! Mana Hafiz ni! Biasanya dia telefon aku, ni, mesej pun takde! Telefon pulak off! Dia ada perempuan lain ke?” rungut wardah sendirian. Hatinya gelisah. Walaupun jam menunjukkan pukul empat pagi, namun dia setia menunggu Hafiz. Dia mahu tunjukkan pada Hafiz bahawa dia gadis yang sabar, mungkin, Hafiz mempunyai urusan yang perlu diselesaikan.
 
Tiba-tiba telefonnya berbunyi. Dia menerima mesej daripada Hafiz.
 
“Wa, jangan tipu saya lagi! Cukup sampai di sini hubungan kita!”
 
Wardah terkesima. Dia buntu, apa yang Hafiz maksudkan? Perlahan-lahan, dia membalas mesej itu.
 
“Apa maksud awak? Awak tak sayang saya?”
 
“Sudahlah Wa. Pergilah dari hidup saya. Saya tak perlukan perempuan macam awak lagi!”
 
Wardah mula menitiskan air mata apabila mesejnya tidak dibalas. Dia beberapa kali menelefon Hafiz tetapi tidak berjawab. Kali ini dia pasti, Hafiz akan meninggalkannya tanpa sebab!
 
3 bulan berlalu dengan perit. Wardah sedaya upaya melupakan Hafiz. Setiap hari Wardah memeriksa peti emelnya sejak Hafiz memadam telefonnya. Hafiz pasti akan meninggalkan sesuatu! Hafiz bukan sejahat lelaki lain. Wardah tahu itu semua.
 
Hinggalah pada suatu hari, Wardah memperoleh berita yang dinanti-nantikan. Terketar-ketar jarinya tatkala membuka emel yang bertajuk ‘Nota Cinta’ itu…


 
Subject:
 
Nota Cinta
 
From:
“Hafiz Haikal”
 
To:
wardah@yahoo.com

Assalamualaikum...

Kehadapan Wardah, mawar yang dirahmati Allah

Mungkin semasa awak membuka emel ini perasan awak sangat jelik, benci, kecewa dan banyak lagi terhadap saya.Saya faham itu semua, tapi apa saya harus buat, ini saya lakukan semua untuk mencari redha Allah.  Saya pun tak tahu nak mula dari mana, tapi saya harap awak faham apa yang saya tulis.

Sebenarnya mesej yang saya hantar pada pagi itu memang dirancang.  Mesej itu sengaja saya reka untuk saya jauhkan perasaan cinta saya kepada awak.  Mungkin awak terkejut dengan sikap saya, tapi ada makna di sebalik semua tu.

Sebab utama saya hantar mesej macam tu sebab nak biar awak benci kat saya dan menjauhkan diri dari saya. Kenapa saya nak jauhkan diri dari awk?..  Selama kita menzahirkn rasa cinta dan sayang semenjak tu la hati saya rasa lain.  Untuk pengetahuan awak bila saya lafaz sayang dan cinta kepada awak dan awak pula membalasnya saya terasa jiwa saya jauh dari Allah, nafsu syahwat saya naik, rasa ke arah maksiat tu ada walaupun kita tak pernah bersua.  Agak remeh kan kalau orang lain baca, tapi untuk saya yang mempunyai iman yg rendah macam2 boleh jadi kat saya. Mungkin awak sebagai wanita tak rasa keadaan begitu tapi saya seorang lelaki memang menyebabkan saya lemah.  Saya takut akan Allah, kekadang saya nasihatkan kawan saya jangan buat benda 2 tapi saya buat jugak.  Orang pandang saya selalu pakai songkok kat sekolah macam alim, pergi masjid tapi buat benda tu, tak ke saya ni munafik?

Saya sedar apa yang saya buat mendukacitakan hati awk.  Hati mana yang boleh terima difitnah begitu. Tapi bila saya buat begitu saya juga rasa berdosa sebab memfitnah wanita yang solehah. tapi apa kan daya desakan hati.

Awak memang wanita hebat,  setiap kali awak menceritakan kejayaan awak memang saya cemburu. Kekadang saya fikir kenapa saya tak boleh jadi macam awak. Tapi saya tetap bersyukur dapat kawan dengan awak.  Serius saya katakan awak sahajalah kawan wanita yang paling rapat dengan saya, yang lain cuma kawan biasa, jarang saya berhubung dengan mereka.

Untuk terakhir sekali, perasaan cinta dalam diri saya terhadap awak memang tertanam dalam hati saya, sebab awak cinta pertama saya.  Saya tak pernah bercinta.  Masalah yang saya hadapi sekarang mcm saya katakan di atas tu la. Walaupun agak remeh tapi saya pandang serius terhadap benda ni.  Sebab Allah tak redhai sebuah hubungan selain daripada pernikahan.  Saya harap dengan penjelasan saya awak akan faham lebih-lebih lagi awak belajar dlm aliran agama.  Sekiranya kita ada jodoh tak kan ke mana.  Itu janji Allah.


Wassalam..
Ikhlas dari hamba yg mencari redha Allah:
HAFIZ HAIKAL


 

Malam itu Wardah bersujud, pada Allah dia serahkan diri…  Hari-hari dilaluinya dengan redha, tanpa rasa dendam sedikitpun terhadap Hafiz.  Nota cinta Hafiz telah mengubah hidupnya. Hinggalah Wardah memperoleh keputusan cemerlang dalam peperiksaannya dan Berjaya melanjutkan pelajaran dalam bidang perubatan di Universiti al-Azhar, Mesir.
 
Wardah merenung jauh ke Tasik Titiwangsa yang damai itu. Dilihatnya pasangan-pasangan muda berpegangan tangan tanpa segan-silu. Dia bermuhasabah dalam hati.  Andai satu ketika dulu dia hanyut dibuai cinta dengan Hafiz, pasti gelaran doktor pakar mustahil disandangnya.  Sejenak dia memikirkan kata-kata Umminya semalam…
 
“Wa, bila nak menikah?  Ummi teringin nak bermenantu,”
 
Soalan Ummi itu menggegar tangkai hati Wardah.  Kenangan yang cuba diluputkannya bertahun-tahun dahulu kembali mengusik. Jauh di sudut hati, Wardah masih mengharapkan Hafiz yang entah ke mana itu. Dengan menarik nafas panjang, Wardah menyahut,
 
“Sesiapa sahaja yang Ummi carikan, dialah jodoh Wardah,”
Wardah merenung cincin perkahwinan di jarinya. Cantik! Sekali pandang Wardah tahu, suaminya pasti dari kalangan orang berada.  Hatinya masih berdebar-debar.  Sejak akad nikah tadi, dia masih belum melihat wajah suaminya. Walaupun Hafiz berada dalam hatinya, dia redha. Biarlah, pilihan Ummi pasti yang terbaik buatnya. Wardah memejam mata rapat-rapat, ditahan air matanya dari menitis. Dia ingin menjadi bintang timur buat suaminya. Biarlah dia seorang…
 
“Wardah Alia binti Syukri, sesungguhnya cinta itu lebih indah melalui sebuah ikatan mulia bernama perkahwinan…”  Bisik suaminya, suara yang mendamaikan hatinya.
Wardah membuka matanya, dan menatap wajah penaung jiwanya kini… Hafiz Haikal…



 

Minggu, 27 Juni 2010

Muslimah VS Putus Cinta ? :D

Umum kita sudah mengetahui bahawa berpasangan, bercinta, couple selain daripada hubungan sah suami isteri dan apa sahaja istilah yang seerti dengannya adalah haram di sisi agama kita Islam. Walau bagaimanapun, jika kita lihat pada generasi kita yang bergelar remaja sekarang, ramai yang hanyut dalam arus percintaan. Setelah terngadah baru tersedar bahawa cinta yang terbina itu memakan diri sendiri. Cinta yang terjalin tadi akhirnya sia-sia, punah seribu harapan, impian, dan janji-janji.

Nasi sudah menjadi bubur, penyesalan memang akan tetap singgah.
Kesunyian akan menerpa. Namun ingat wahai muslimah! Jangan pernah berkata yang hati anda kosong hanya kerana 'I have no boyfriend’ sebab Allah tetap ada. Kembalilah bersujud kepada-Nya. Tanamkan kepercayaan kepada-Nya.

Sememangnya jodoh itu ketentuan Ilahi, tetapi kita pernah mendengar bahawa peluang tidak datang bergolek, begitu juga dengan jodoh. Berdoa juga adalah satu usaha, jadi berdoalah kepada-Nya moga dipertemukan dengan lelaki yang baik dan soleh. Ingat! Lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, bukannya lelaki yang hensem untuk perempuan yang cantik dan sebaliknya.

Jangan berasa rendah diri, ingatlah bahawa segala yang diciptakan Tuhan adalah cantik. Jika inginkan jodoh yang baik, perbaikilah diri anda, muhasabahlah diri, hentikan perkara yang dilarang-Nya dan kerjakan segala perintah-Nya selagi pintu taubat masih terbuka luas. Di sini, sekadar ingin mengutarakan pendapat dan berkongsi tips kepada para muslimah, jangan jadikan kegagalan cinta sebagai penamat hidup anda. Teruskanlah berusaha kerana dirimu begitu berharga.


TIPS MENGATASI PUTUS CINTA:

1. Kembali kepada-Nya – Banyakkan beribadah termasuk melakukan amalan sunat. Luangkanlah lebih masa dengan-Nya.

2. Sentiasa ingat jodoh itu ketentuan Allah -  anggap semua yang berlaku adalah ujian daripada Allah dan ada hikmah disebaliknya. Sesungguhnya Allah tidak menurunkan ujian jika hamba-Nya tidak mampu untuk menanggungnya. Bersabarlah.

3. Meminta nasihat ibu bapa atau orang terdekat – Ibu bapa adalah yang terbaik dalam memberikan nasihat kerana sudah merasa asam garam kehidupan dan tahu apa yang terbaik untuk kita. Jika berasa malu atau takut untuk meminta nasihat daripada ibu bapa, sekurang-kurangnya berkongsilah masalah anda dengan orang yang terdekat dan rapat seperti kawan baik. Jangan pendamkan di dalam hati, nanti semakin merana diri.

4. Buang semua tentang si dia – Jika anda tidak sanggup membuang kenangan anda berdua, letaklah jauh dari sudut penglihatan anda supaya anda tidak berasa sedih dan ingin kembali dengannya. Buang nombor si dia dan segala mesej yang terdapat dalam telefon bimbit anda.

5. Sibukkan diri – Lakukan apa sahaja kerja yang baik dalam kehidupan seharian anda supaya anda tidak terlalu memikirkannya. Sekiranya ada aktiviti, libatkan diri. Dengan itu boleh mengurangkan kesedihan yang melanda.
6. Muhasabah diri – Jangan ikutkan perasaan, terimalah hakikat bahawa dirinya bukan untuk anda. Ada yang lebih baik.

7. Berkawan dengan ramai orang – Janganlah kerana putus cinta anda tidak mahu bergaul. Namun, kawal pergaulan anda sebagai seorang muslimah. Menambah kenalan adalah baik dalam mengukuhkan ukhwah. Di samping itu anda akan berasa kesedihan putus cinta itu akan hilang sedikit demi sedikit.










Dengan perkongsian ini, diharapkan serba sedikit dapat membantu muslimah sekalian yang mungkin menghadapi masalah putus cinta. Sekali lagi diingatkan, bercinta tanpa ikatan yang sah adalah HARAM. Kesannya adalah seperti ini, PUTUS CINTA. Akhirnya diri sendiri yang merana.

Ayuh muslimah! Bangkitlah dengan kekuatan dirimu. Cinta manusia bukanlah segalanya, tetapi cinta kepada Allah cinta yang hakiki. Sampai suatu ketika, dengan adanya cinta terhadap-Nya, semoga Dia akan menjodohkanmu dengan lelaki yang mencintaimu untuk mendapat keredhaan-Nya.



“A girl and a guy can be just friends, but at one point or another they will fall for each other. Maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever.”
Sulamkanlah cinta itu dengan ikatan yang SAH. Wallahua'lam.



 

doa memohon surga :)